Kritik tajam baru-baru ini menghujani Arsenal terkait perubahan gaya bermain mereka yang dinilai terlalu pragmatis. Pasukan asuhan Mikel Arteta tersebut dituding mulai mengesampingkan estetika permainan melalui alur bola terbuka (open play) dan lebih mengandalkan efektivitas situasi bola mati (set-piece). Meski demikian, hasil di lapangan menunjukkan bahwa pendekatan ini sangat efektif dalam menjaga posisi mereka di puncak klasemen Liga Inggris, unggul tujuh poin dari pesaing terdekat, Manchester City.
Manajer Everton, David Moyes, yang dijadwalkan akan menghadapi Arsenal pada akhir pekan ini, memberikan pembelaan mendalam terkait strategi yang diterapkan oleh mantan anak asuhnya tersebut.
BACA JUGA : Persaingan 5 Kiper Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 Makin Panas, Paes atau Emil Audero yang Jadi Pilihan Utama
Efektivitas di Atas Estetika
Bagi Moyes, esensi dari sepak bola profesional adalah menemukan jalan paling optimal untuk meraih kemenangan. Ia menegaskan bahwa kritik mengenai cara mencetak gol tidak lebih relevan dibandingkan hasil akhir yang dicapai. Arsenal saat ini membuktikan bahwa adaptasi taktik adalah sebuah keharusan untuk tetap kompetitif di liga yang memiliki intensitas setinggi Premier League. Optimalisasi set-piece dipandang sebagai bentuk kecerdasan strategi, bukan kekurangan kreativitas.
Komparasi Barcelona vs Newcastle United
Guna memperkuat argumentasinya, Moyes menarik preseden dari laga Liga Champions yang mempertemukan Newcastle United dengan Barcelona. Laga yang berakhir dengan skor imbang 1-1 tersebut menjadi bukti nyata bagaimana tim dengan filosofi sepak bola indah seperti Barcelona dipaksa untuk beradaptasi dengan karakter permainan Inggris.
Dalam pertandingan tersebut, Barcelona mencatatkan rekor umpan terendah mereka sepanjang musim ini, yakni hanya sebanyak 403 umpan. Raksasa Spanyol tersebut bahkan harus bergantung pada tendangan penalti di penghujung laga untuk menghindari kekalahan. Menurut Moyes, hal ini terjadi karena Newcastle menerapkan intensitas dan transisi fisik yang luar biasa, memaksa Barcelona bermain dengan cara defensif yang jarang mereka tunjukkan di kompetisi domestik Spanyol.
Karakteristik Unik Premier League
Moyes menekankan bahwa Premier League menuntut gaya permainan yang berbeda dibandingkan liga-liga lain di Eropa. Intensitas tinggi dan kekuatan fisik yang menjadi ciri khas sepak bola Inggris memaksa tim-tim besar, termasuk Arsenal, untuk bersikap realistis dalam mengamankan poin. Ia memberikan apresiasi kepada Newcastle karena berhasil memaksa tim sekelas Barcelona mengubah identitas bermain mereka, dan melihat kesamaan pola tersebut dalam transformasi yang dilakukan Arsenal.
“Ini adalah soal memainkan cara terbaik yang memberikan peluang terbesar untuk menang,” pungkas Moyes dalam wawancaranya. Ia menilai bahwa apa yang dilakukan Arteta adalah bentuk adaptasi terhadap ekosistem liga yang sangat menuntut secara fisik, di mana penguasaan bola yang cantik tidak selalu menjamin hasil akhir jika tidak dibarengi dengan ketangguhan dalam menghadapi transisi lawan.
Dengan pembelaan ini, Moyes menggeser narasi kritik dari “penurunan gaya bermain” menjadi “kematangan strategi”. Hal ini menambah tensi menarik menjelang pertemuan Everton dan Arsenal, di mana kedua manajer tersebut dikenal memiliki kedekatan profesional yang panjang.