Persija Jakarta menunjukkan keseriusannya dalam membangun fondasi tim dengan mendatangkan Paulo Ricardo. Macan Kemayoran tidak sekadar mengisi kuota pemain asing, melainkan menghadirkan bek tengah asal Brasil dengan rekam jejak lintas benua dan pengalaman kompetisi Eropa yang jarang dimiliki pemain di Super League.
Paulo Ricardo datang ke Jakarta sebagai produk dari perjalanan karier panjang, ditempa oleh berbagai kultur sepak bola yang berbeda. Dari Amerika Selatan, Eropa, hingga Timur Tengah, setiap fase membentuk karakter permainan dan mentalitasnya sebagai bek tengah modern.
Ditempa di Santos, Matang Sejak Usia Muda
Karier profesional Paulo Ricardo bermula di Brasil bersama Santos FC. Klub legendaris itu dikenal sebagai tempat lahirnya banyak pemain top dunia. Di lingkungan kompetitif tersebut, Paulo mulai membangun fondasi sebagai bek tengah dengan karakter kuat dalam duel, disiplin posisi, dan ketenangan membaca permainan.
BACA JUGA ; Link Live Streaming Liga Champions: Inter Milan Vs Arsenal
Pengalaman di Santos menjadi pijakan awal yang membentuk gaya bermainnya, sebelum ia memulai petualangan lintas negara.
Gerbang Eropa Bersama FC Sion
Langkah besar Paulo datang saat ia hijrah ke Eropa dan bergabung dengan FC Sion di Swiss. Klub ini menjadi pintu masuknya ke sepak bola Eropa yang dikenal lebih taktis, terstruktur, dan menuntut konsistensi tinggi.
Bersama Sion, Paulo merasakan atmosfer kompetisi yang berbeda, menghadapi lawan dengan disiplin organisasi dan kecepatan transisi yang tinggi. Pengalaman ini memperkaya pemahamannya sebagai bek tengah yang tak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kecerdasan permainan.
Di sela kiprahnya di Eropa, Paulo sempat kembali ke Brasil melalui masa peminjaman bersama Fluminense dan Goiás. Dua periode tersebut menjaga ritme bermainnya sekaligus memperluas pengalaman di kompetisi domestik Brasil.
KuPS dan Panggung Eropa: Puncak Pengalaman Kompetitif
Titik penting dalam perjalanan karier Paulo Ricardo hadir saat ia bergabung dengan Kuopion Palloseura (KuPS), klub papan atas Finlandia. Bersama KuPS, Paulo menemukan stabilitas dan peran sentral di lini belakang.
Musim 2025/2026 menjadi fase krusial ketika Paulo tampil di UEFA Conference League. Ia mencatatkan empat penampilan di ajang antarklub Eropa tersebut, merasakan langsung intensitas pertandingan lintas negara, baik di kandang maupun tandang.
Pengalaman ini menjadi nilai tambah signifikan. Bermain di kompetisi UEFA menuntut konsistensi, fokus, dan mental kuat—atribut yang kini dibawa Paulo ke sepak bola Indonesia.
Tempaan Timur Tengah Perkaya Karakter Bermain
Sebelum kembali memperkuat KuPS, Paulo Ricardo juga sempat menjajal tantangan di Timur Tengah bersama Al-Hazem (Arab Saudi) dan Al-Orooba (Uni Emirat Arab).
Di wilayah ini, ia menghadapi sepak bola dengan karakter fisik kuat, tempo cepat, dan duel intens. Pengalaman tersebut memperkaya kemampuannya beradaptasi dengan berbagai gaya bermain, mulai dari permainan langsung hingga tekanan tinggi.
Persija Dapat Bek Siap Pakai

Kini, seluruh pengalaman itu bermuara di Persija Jakarta. Paulo Ricardo direkrut bukan sebagai proyek jangka pendek, melainkan sebagai bek matang yang siap memberi dampak instan.
Dengan usia 31 tahun, Paulo berada di fase ideal bagi seorang bek tengah. Ia matang secara teknis, tenang dalam pengambilan keputusan, dan memiliki kepemimpinan alami di lini belakang.
Kemampuannya bermain sebagai centre-back, ditambah pengalaman tampil di UEFA Conference League musim 2025/2026, membuatnya menjadi aset penting bagi Persija dalam menjaga stabilitas pertahanan.
Babak Baru di Jakarta

Persija berharap Paulo Ricardo mampu menjadi fondasi kokoh dalam ambisi bersaing di papan atas Super League. Kehadirannya diharapkan tidak hanya memperkuat lini belakang, tetapi juga membawa standar profesionalisme dan pengalaman internasional ke dalam skuad.
Dari Santos hingga KuPS, dari Eropa hingga Jakarta, perjalanan panjang Paulo Ricardo kini memasuki babak baru. Bersama Persija Jakarta, bek asal Brasil itu siap menuliskan kisah berikutnya di lapangan hijau Indonesia.
One thought on “Bukan Bek Biasa! Rekrutan Asing Persija Pernah Main di Kompetisi UEFA”