Derby d’Italia Memanas! Usai Kartu Merah Kalulu, Wasit Dapat Ancaman Serius

Derby d’Italia Memanas! Usai Kartu Merah Kalulu, Wasit Dapat Ancaman Serius

Kontroversi panas laga Inter Milan vs Juventus pada pekan ke-25 Serie A, Minggu (16/2) dini hari WIB, berbuntut panjang. Jika sebelumnya polemik hanya berkisar pada keputusan di lapangan, kini situasinya meningkat ke level yang lebih serius: keselamatan sang pengadil.

Federico La Penna, wasit yang memimpin Derby d’Italia di San Siro, dilaporkan menerima ancaman pembunuhan beberapa hari setelah pertandingan yang dimenangkan Inter Milan dengan skor 3-2. Kasus ini pun telah masuk ranah hukum setelah ancaman tersebut tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga keluarganya.

BACA JUGA ; Premier League Kembali Izinkan Jeda Berbuka Puasa, Pemain Muslim Bisa Hentikan Laga Saat Ramadan 2026

Kartu Merah Kalulu Jadi Titik Api

Polemik bermula dari keputusan La Penna memberikan kartu merah kepada Pierre Kalulu pada menit ke-42. Bek Juventus itu sebelumnya telah menerima kartu kuning pada menit ke-32 akibat pelanggaran terhadap Nicolo Barella.

Sepuluh menit berselang, Kalulu kembali diganjar kartu kuning setelah insiden dengan Alessandro Bastoni. Tayangan ulang memperlihatkan Bastoni terjatuh dalam situasi yang dinilai banyak pihak sebagai diving.

Karena kartu merah tersebut merupakan akumulasi dua kartu kuning, VAR tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi sesuai regulasi yang berlaku. Aturan ini juga membuat otoritas kompetisi tidak dapat mengambil tindakan retrospektif atas keputusan tersebut.

Situasi menjadi semakin ironis karena Bastoni sendiri telah mengantongi satu kartu kuning sebelumnya. Apabila wasit menilai insiden tersebut sebagai simulasi, Bastoni berpotensi menerima kartu kuning kedua dan justru diusir dari lapangan.

Pengakuan Kesalahan dan Reaksi Berlebihan

Penunjuk wasit Serie A, Gianluca Rocchi, kemudian mengakui adanya kekeliruan dalam laga tersebut. Ia menyebut La Penna sangat kecewa dengan keputusan yang diambilnya dalam pertandingan penuh tensi itu.

Namun reaksi publik berkembang ke arah yang lebih berbahaya. Menurut laporan Corriere dello Sport, La Penna menerima sejumlah ancaman pembunuhan melalui media daring. Ancaman itu bahkan meluas hingga menyasar anggota keluarganya.

Merespons situasi tersebut, La Penna telah melapor ke pihak kepolisian dan kantor kejaksaan. Proses investigasi kini tengah berjalan untuk mengidentifikasi pelaku ancaman.

Masa Depan La Penna

Untuk sementara waktu, La Penna diperkirakan tidak akan bertugas pada akhir pekan ini. Meski demikian, ia berpeluang kembali dalam putaran berikutnya sebagai wasit keempat atau petugas VAR, tergantung hasil evaluasi dan situasi keamanan.

Insiden ini kembali menyoroti tekanan besar yang dihadapi wasit di kompetisi elite. Di tengah perdebatan soal keputusan di lapangan, keselamatan aparat pertandingan menjadi isu serius yang tak bisa diabaikan.

Serie A kini bukan hanya menghadapi kontroversi teknis, tetapi juga tantangan menjaga integritas kompetisi dan keamanan individu yang terlibat di dalamnya.

More From Author

Premier League Kembali Izinkan Jeda Berbuka Puasa, Pemain Muslim Bisa Hentikan Laga Saat Ramadan 2026

Premier League Kembali Izinkan Jeda Berbuka Puasa, Pemain Muslim Bisa Hentikan Laga Saat Ramadan 2026

Prediksi Leeds United vs Manchester City: Ujian Berat di Elland Road, City Bidik Arsenal

Prediksi Leeds United vs Manchester City: Ujian Berat di Elland Road, City Bidik Arsenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *