Krisis Kebugaran atau Kedalaman Skuad? Akar Masalah Real Madrid Kembali Dipertanyakan

Krisis Kebugaran atau Kedalaman Skuad? Akar Masalah Real Madrid Kembali Dipertanyakan

Performa Real Madrid dalam beberapa musim terakhir kembali memantik perdebatan besar di internal maupun publik sepak bola Spanyol. Los Blancos silih berganti meraih kejayaan dan kegagalan, memunculkan satu pertanyaan mendasar: apakah problem utama Madrid terletak pada kedalaman skuad, atau justru pada manajemen kebugaran pemain?

BACA JUGA ; Chelsea Nomor Satu! Uang Rp84 Triliun Digelontorkan, Tapi Prestasi Kok Begini?

Isu ini menguat sejak kepergian Xabi Alonso, yang kabarnya dipicu perbedaan pandangan dengan manajemen klub terkait siapa yang seharusnya memegang kendali penuh atas departemen kebugaran. Dalam sepak bola modern, posisi pelatih fisik tak lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian vital dari mesin performa tim.

Antonio Pintus dan Siklus Naik-Turun Performa Madrid

Pada periode kedua Carlo Ancelotti menukangi Real Madrid, kembalinya Antonio Pintus kerap disebut sebagai faktor kunci kebangkitan fisik tim. Di bawah arahan pelatih kebugaran berpengalaman tersebut, Madrid dinilai mampu memuncaki performa di fase krusial musim.

Hasilnya terlihat jelas. Setelah hanya meraih Copa del Rey pada musim 2022/2023, Real Madrid bangkit dan sukses menyabet gelar La Liga serta Liga Champions pada musim berikutnya.

Namun, stabilitas itu tak bertahan lama. Musim 2024/2025 kembali menjadi periode tanpa trofi domestik maupun Eropa. Kegagalan tersebut membuat isu kebugaran pemain kembali menjadi sorotan utama di Santiago Bernabeu.

Statistik Cedera yang Mengkhawatirkan

Menurut sejumlah laporan internal, selama Antonio Pintus bekerja di bawah Ancelotti, Real Madrid mencatat lebih dari 50 kasus cedera per musim dalam tiga dari empat musim. Angka tersebut memicu ketegangan internal yang perlahan menggerus keharmonisan staf teknis.

Pada musim panas lalu, Pintus sempat disingkirkan, digantikan Ismael Camenforte yang dibawa Xabi Alonso. Namun, manajemen klub tak sepenuhnya puas dengan pendekatan baru tersebut dan bersikeras mengembalikan Pintus, keputusan yang disebut-sebut menjadi titik awal konflik dengan Alonso.

Ironisnya, kembalinya Pintus musim ini belum membawa perubahan signifikan. Nama-nama penting seperti Trent Alexander-Arnold, Eder Militao, dan Dani Carvajal harus menepi cukup lama akibat cedera. Meski demikian, Militao dan Carvajal memang memiliki riwayat cedera berulang bahkan sebelum Pintus kembali bertugas.

Padatnya Kompetisi dan Minim Rotasi

Faktor lain yang tak bisa diabaikan adalah intensitas kompetisi yang dihadapi Real Madrid. Bermain di level tertinggi La Liga, Liga Champions, dan turnamen domestik membuat beban fisik pemain jauh lebih berat dibanding tim lain.

Masalah usia dan rotasi pun mulai terasa. Pemain-pemain kunci seperti Federico Valverde, Antonio Rudiger, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham nyaris tak pernah mendapat jeda. Minimnya kepercayaan pada pelapis membuat risiko kelelahan dan cedera semakin tinggi.

Tak mengherankan jika Xabi Alonso sempat mendesak manajemen untuk mendatangkan satu gelandang tengah dan satu bek tengah tambahan pada bursa transfer musim panas lalu demi menjaga keseimbangan fisik tim.

Cermin dari Barcelona

Situasi ini sejatinya juga dialami rival abadi, Barcelona. Xavi Hernandez sempat mempersembahkan gelar La Liga di musim pertamanya, namun badai cedera menghantam skuad pada musim 2023/2024 hingga membuat Barca tersingkir dari persaingan dalam waktu singkat.

Keluhan soal kondisi fisik pemain mendorong manajemen menunjuk Julio Tous sebagai pelatih kebugaran. Keputusan tersebut berbuah manis, dengan Barcelona langsung meraih double winners La Liga dan Copa del Rey pada musim 2024/2025.

Masalah Sistemik, Bukan Sekadar Satu Faktor

Pada akhirnya, baik Real Madrid maupun Barcelona menghadapi persoalan yang serupa: kombinasi antara tingginya intensitas kompetisi, skuad yang belum sepenuhnya seimbang, serta manajemen kebugaran yang terus diperdebatkan.

Menunjuk satu pihak sebagai kambing hitam—entah itu kedalaman skuad atau staf kebugaran—tanpa pembenahan menyeluruh, jelas menjadi perjudian mahal dalam industri sepak bola bernilai miliaran euro. Bagi Real Madrid, menemukan keseimbangan antara kualitas pemain dan manajemen fisik kini menjadi tantangan terbesar untuk kembali ke puncak Eropa.

More From Author

Chelsea Nomor Satu! Uang Rp84 Triliun Digelontorkan, Tapi Prestasi Kok Begini?

Chelsea Nomor Satu! Uang Rp84 Triliun Digelontorkan, Tapi Prestasi Kok Begini?

Nomor 10 Bukan Beban! Kenan Yildiz Justru Makin Gila di Juventus

Nomor 10 Bukan Beban! Kenan Yildiz Justru Makin Gila di Juventus

One thought on “Krisis Kebugaran atau Kedalaman Skuad? Akar Masalah Real Madrid Kembali Dipertanyakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *