Penyerang andalan Timnas Senegal, Sadio Mane, mengungkapkan rencananya untuk mengakhiri kiprah di level internasional. Namun, keputusan tersebut langsung mendapat penolakan tegas dari pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw, yang menilai Mane masih sangat dibutuhkan oleh negara.
Sadio Mane baru saja mengantar Senegal meraih gelar juara Piala Afrika 2026. Pada partai final yang berlangsung di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, Senin (19/1/2026) dini hari WIB, Senegal menaklukkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0.
BACA JUGA ; Old Trafford Bergemuruh! MU Hajar Man City, Carrick Soroti Kedewasaan Tim
Laga final berlangsung panas dan penuh kontroversi. Drama memuncak di menit-menit akhir pertandingan ketika wasit Jean-Jacques Ngambo Ndala menghadiahkan penalti kepada Maroko setelah meninjau VAR, hanya beberapa menit setelah menganulir gol Senegal pada menit ke-90+2.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal. Pelatih Pape Thiaw bahkan sempat memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan dan masuk ke terowongan, yang menyebabkan pertandingan tertunda sekitar 15 menit.

Di tengah situasi genting tersebut, Sadio Mane justru tampil sebagai sosok penenang. Ia menjadi satu-satunya pemain Senegal yang tetap berada di lapangan, berdialog dengan ofisial pertandingan dan para pemain Maroko. Mane kemudian memanggil rekan-rekannya kembali ke lapangan untuk melanjutkan pertandingan.
Keputusan Mane terbukti krusial. Penalti yang dieksekusi Brahim Diaz gagal berbuah gol setelah panenka-nya dengan mudah dibaca kiper Edouard Mendy. Tak lama berselang, Senegal justru mencetak gol kemenangan melalui Pape Gueye pada menit ke-94.
Bagi Senegal dan Mane, gelar ini menjadi trofi kedua Piala Afrika setelah sebelumnya meraih gelar juara pada edisi 2021. Prestasi tersebut semakin mengukuhkan status Mane sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Senegal.
Pernyataan Pensiun Mane
Di ruang ganti, Mane merayakan kemenangan bersama istri dan putri kecilnya. Momen emosional itu sekaligus menjadi penanda akhir kiprahnya di ajang Piala Afrika.
Pemain berusia 33 tahun itu menyatakan bahwa Piala Afrika 2026 menjadi turnamen terakhirnya bersama Senegal, meski ia masih bersedia memperkuat tim hingga Piala Dunia 2026.
“Saya sangat bahagia. Tetapi seperti yang sudah saya katakan, untuk Piala Afrika, perjalanan saya berakhir di sini,” ujar Mane.
“Saya akan tetap bersama tim sampai Piala Dunia. Setelah itu, semuanya selesai,” lanjut pemain yang pernah meraih enam gelar juara bersama Liverpool tersebut.
Pelatih Senegal Tak Merestui
Pernyataan Mane langsung mendapat respons keras dari Pape Thiaw. Pelatih Senegal itu menegaskan bahwa keputusan pensiun bukanlah perkara sederhana, mengingat peran Mane sebagai simbol nasional.
“Negara tidak sepakat dengan keputusan itu, dan saya juga tidak sepakat. Kami ingin mempertahankannya selama mungkin,” kata Thiaw.
“Dia mewakili Afrika, dunia. Ketika orang mengatakan ini adalah keputusannya, itu tidak sepenuhnya benar. Dia milik rakyat Senegal, dan rakyat ingin dia terus bermain,” imbuhnya.
Thiaw juga menekankan bahwa kontribusi Mane tidak hanya di dalam lapangan. Sang kapten dianggap sebagai teladan dalam sikap, dedikasi, dan pengorbanan untuk negara.
“Dia memberi pelajaran lewat sikapnya, pendidikannya, dan pengorbanannya untuk Senegal. Dia memberikan segalanya demi membawa kami ke Piala Dunia 2022, memenangkan Piala Afrika pertama, dan kini meraih bintang kedua,” ujar Thiaw.
Bahkan, Thiaw menegaskan dirinya dan seluruh pemain Senegal tidak akan menyetujui keputusan pensiun Mane jika diminta persetujuan.
“Jika saya harus menandatangani surat untuk mengizinkannya pergi, saya akan bilang tidak. Rekan-rekannya juga akan berkata tidak,” tegasnya.
Fokus ke Klub Setelah Piala Dunia
Terlepas dari penolakan sang pelatih, keputusan akhir tetap berada di tangan Sadio Mane. Setelah Piala Dunia 2026, Mane ingin fokus pada karier klub dan perlahan menutup perjalanan panjangnya di level tertinggi.
Mane akan genap berusia 34 tahun pada April mendatang dan kini memasuki fase akhir karier profesionalnya. Di level klub, ia masih terikat kontrak bersama Al-Nassr hingga 30 Juni 2026.
Pemain yang disebut menerima gaji sekitar 43 juta dolar AS per tahun itu belum memastikan langkah selanjutnya, apakah akan memperpanjang kontraknya di Arab Saudi atau mencari tantangan baru sebelum benar-benar gantung sepatu.
One thought on “Sadio Mane Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Senegal Usai Piala Afrika 2026”