Eksperimen manajemen Chelsea FC dengan menunjuk Liam Rosenior resmi berakhir secara prematur. Rosenior dibebastugaskan dari jabatannya pada 22 April 2026, hanya berselang 104 hari sejak pertama kali menginjakkan kaki di Stamford Bridge. Keputusan pemecatan ini merupakan respons langsung manajemen atas kemerosotan tajam performa tim, terutama di kompetisi domestik.
BACA JUGA : Misi Terakhir Mohamed Salah: Mengamankan Tiket Liga Champions sebagai Kado Perpisahan bagi Liverpool
Statistik 23 Pertandingan: Awal yang Menjanjikan
Rosenior resmi menangani The Blues pada 8 Januari 2026 sebagai suksesor yang diharapkan mampu membawa perubahan taktis. Secara keseluruhan, ia memimpin tim dalam 23 laga di berbagai kompetisi. Meskipun memiliki rasio kemenangan yang tidak terlalu buruk di awal, akumulasi kekalahan di akhir masa jabatannya menjadi faktor penentu.
- Total Pertandingan: 23
- Kemenangan: 11
- Imbang: 2
- Kekalahan: 10
Periode awal kepelatihannya sempat menumbuhkan optimisme tinggi di kalangan pendukung. Rosenior berhasil menyapu bersih empat kemenangan beruntun di Liga Inggris pada bulan Januari, termasuk kemenangan meyakinkan atas Charlton di debut FA Cup serta kemenangan tandang di kancah Liga Champions saat melawan Napoli.
Krisis Gol dan Tren Negatif di Liga Inggris
Transisi dari masa keemasan di bulan Januari-Februari menuju kehancuran di bulan Maret-April terjadi secara drastis. Masalah utama yang dihadapi Rosenior adalah hilangnya ketajaman lini serang yang berujung pada lima kekalahan beruntun di Premier League.
Dalam lima laga terakhir di liga, Chelsea tidak hanya gagal meraih poin, tetapi juga mengalami kemandulan total dengan tidak mencetak satu gol pun. Puncaknya terjadi saat Chelsea menyerah 0-3 di tangan Brighton & Hove Albion pada 21 April 2026, yang menjadi laga terakhir bagi Rosenior.
[Table: Rekapitulasi Laga Penentu Liam Rosenior]
| Tanggal | Kompetisi | Lawan | Skor | Status |
|---|---|---|---|---|
| 11/03/2026 | Champions League | PSG | 5-2 | Kalah |
| 14/03/2026 | Premier League | Newcastle | 0-1 | Kalah |
| 17/03/2026 | Champions League | PSG | 0-3 | Kalah |
| 12/04/2026 | Premier League | Man City | 0-3 | Kalah |
| 18/04/2026 | Premier League | Man United | 0-1 | Kalah |
| 21/04/2026 | Premier League | Brighton | 3-0 | Kalah |
Ekspor ke Spreadsheet
Faktor Tersingkir dari Kompetisi Eropa
Selain performa buruk di liga, kegagalan di kancah kontinental turut mempercepat pemecatannya. Kekalahan agregat yang mencolok dari Paris Saint-Germain (PSG) di babak sistem gugur Liga Champions menunjukkan adanya celah besar dalam organisasi pertahanan di bawah asuhan Rosenior. Kekalahan 2-5 di Paris yang disusul kekalahan 0-3 di kandang sendiri menjadi sinyal kuat bahwa tim telah kehilangan arah kompetitif di level tertinggi.
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya
Pemecatan Liam Rosenior menegaskan standar tinggi sekaligus tekanan besar bagi setiap manajer di Stamford Bridge. Meskipun sukses besar di turnamen domestik seperti FA Cup (termasuk kemenangan 7-0 atas Port Vale), hal tersebut tidak cukup untuk menutupi kegagalan di Premier League yang menjadi prioritas klub.
Chelsea kini kembali berada di pasar manajerial untuk mencari sosok yang mampu mengembalikan stabilitas tim menjelang akhir musim 2025/2026, sementara Rosenior meninggalkan klub dengan catatan yang akan diingat sebagai periode “bulan madu” tersingkat dalam sejarah modern klub tersebut.