Teka-teki mengenai masa depan Bernardo Silva di Etihad Stadium akhirnya menemui titik terang. Asisten manajer Manchester City, Pep Lijnders, memberikan sinyal kuat bahwa gelandang kreatif asal Portugal tersebut akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025/2026. Keputusan ini diambil seiring dengan berakhirnya masa kontrak Silva yang dilaporkan tidak akan diperpanjang oleh pihak manajemen klub.
Pernyataan krusial ini disampaikan Lijnders dalam sesi jumpa pers usai Manchester City melumat Liverpool 4-0 pada babak perempat final Piala FA akhir pekan lalu. Lijnders hadir mewakili Pep Guardiola yang tengah menjalani sanksi larangan mendampingi tim di pinggir lapangan.
BACA JUGA : Runtuhnya Ambisi Quadruple: Arsenal Hadapi Ujian Mentalitas Usai Dua Kekalahan Krusial
Sinyal Perpisahan yang Mengharu Biru
Meskipun Bernardo Silva secara pribadi belum memberikan pengumuman resmi mengenai destinasi selanjutnya, pernyataan Lijnders dianggap sebagai konfirmasi de facto bagi publik. Sebelumnya, Silva hanya memberikan jawaban diplomatis dengan mengatakan bahwa ia telah mengetahui keputusan apa yang akan diambilnya.
“Setiap cerita indah pasti ada akhirnya. Semoga ia (Bernardo Silva) dapat menikmati bulan-bulan terakhirnya di sini—yang hanya tersisa sekitar enam pekan lagi—dan ia bisa mendapatkan perpisahan yang layak. Ia sangat pantas mendapatkannya,” ujar Lijnders sebagaimana dikutip dari laporan ESPN.
Lijnders menekankan bahwa sisa musim ini akan menjadi momen emosional bagi klub dan penggemar untuk memberikan penghormatan terakhir bagi pemain yang telah menjadi pilar penting dalam kesuksesan domestik maupun internasional Manchester City selama bertahun-tahun.
Tantangan Mencari Pengganti yang Mustahil
Bernardo Silva dikenal sebagai pemain dengan kecerdasan taktis yang luar biasa, mampu bermain di berbagai posisi mulai dari sayap kanan, gelandang tengah, hingga peran false nine. Kehilangan pemain dengan atribut selengkap Silva diakui Lijnders sebagai tantangan besar bagi tim pemandu bakat City.
Menurut Lijnders, mencari pemain dengan tipe yang identik dengan Silva adalah hal yang mustahil. “Anda tidak akan pernah bisa menggantikan pemain dengan tipe yang sama karena pemain seperti itu memang tidak ada di pasar transfer,” lanjutnya.
Strategi Manchester City pasca-kepergian Silva bukanlah mencari replika, melainkan mencari profil pemain yang dibutuhkan tim untuk terus berevolusi. “Kami tidak mencari pengganti dengan tipe yang sama. Kami mencari apa yang dibutuhkan tim untuk berkembang bersama dan seseorang yang memiliki kecocokan secara fungsional dalam susunan sebelas pemain utama,” jelas asisten manajer asal Belanda tersebut.
Warisan Bernardo Silva di Manchester City
Selama masa baktinya, Bernardo Silva telah bertransformasi menjadi salah satu pemain paling konsisten dan dicintai di bawah asuhan Pep Guardiola. Kemampuannya dalam menahan bola, etos kerja dalam melakukan pressing, serta kontribusi gol dan asis di laga-laga besar telah menjadikannya legenda hidup di klub London Biru tersebut.
Kepergiannya di akhir musim 2026 ini menandai berakhirnya sebuah era di lini tengah Manchester City. Fokus Silva saat ini adalah membantu klub mengamankan sisa trofi yang masih mungkin diraih, termasuk mempertahankan gelar di Liga Inggris dan berjuang di kompetisi Eropa, sebelum akhirnya melangkah keluar dari gerbang Etihad untuk memulai tantangan baru di penghujung karier profesionalnya.