Mikel Arteta kembali menjadi pusat perbincangan mengenai durasi kepemimpinannya di Arsenal yang tergolong panjang bagi standar manajer klub elit Eropa. Meski telah menduduki kursi manajer sejak 2017, pencapaian trofi Arteta dinilai masih minim jika dibandingkan dengan dukungan waktu dan finansial yang diberikan oleh manajemen klub. Beberapa pengamat bahkan melabeli keberadaannya di Emirates Stadium sebagai sebuah keberuntungan yang jarang didapatkan manajer lain.
BACA JUGA : Dilema Masa Depan Enzo Fernandez: Kualifikasi Liga Champions Jadi Penentu di Stamford Bridge
Catatan Prestasi dan Tantangan Konsistensi
Sejak mengambil alih kendali tim pada tahun 2017, Mikel Arteta baru menyumbangkan satu gelar Piala FA dan dua trofi Community Shield. Bagi klub dengan sejarah besar seperti Arsenal, koleksi gelar tersebut dianggap belum cukup untuk memuaskan ekspektasi pendukung. Terlebih lagi, Arsenal sempat mengalami periode pasang surut di kompetisi domestik maupun Eropa selama masa transisi kepemimpinannya.
Di kompetisi Premier League, Arteta memang berhasil membawa Arsenal menjadi penantang gelar yang serius. Musim ini menjadi momentum pembuktian terbesarnya, di mana The Gunners memimpin klasemen hingga pekan ke-31 dengan keunggulan signifikan sebesar 9 poin dari pesaing terdekatnya. Namun, kegagalan di musim-musim sebelumnya saat berada dalam posisi unggul tetap menjadi catatan yang membayangi kredibilitasnya.
Kritik dari Jimmy Floyd Hasselbaink
Eks penyerang Premier League, Jimmy Floyd Hasselbaink, memberikan kritik tajam melalui Sky Sports terkait posisi Arteta. Ia mempertanyakan apakah stabilitas yang diberikan manajemen Arsenal sebanding dengan output prestasi yang dihasilkan sejauh ini.
“Arsenal saat ini memang berada di posisi yang bagus, namun jangan lupakan sudah berapa lama ia berada di sana. Ia baru memenangkan satu Piala FA. Untuk klub sebesar Arsenal, apakah pencapaian itu bisa dianggap memadai?” ujar Hasselbaink. Kritik ini menyoroti tren sepak bola modern di mana manajer sering kali dipecat jika gagal menghadirkan trofi utama dalam jangka waktu tiga hingga empat tahun.
Peluang Pembuktian di Musim 2025/2026
Musim 2025/2026 dipandang sebagai titik balik atau justru ujian terakhir bagi proyek jangka panjang Arteta. Dengan keunggulan sembilan poin di sisa musim, tekanan untuk tidak terpeleset menjadi sangat besar. Keberhasilan menjuarai Premier League musim ini tidak hanya akan menghapus label “beruntung”, tetapi juga memvalidasi kesabaran manajemen Arsenal dalam mempertahankan manajer asal Spanyol tersebut.
Sebaliknya, jika Arsenal kembali gagal mengonversi keunggulan klasemen menjadi trofi di akhir musim, wacana mengenai pergantian kepemimpinan diprediksi akan menguat. Saat ini, fokus utama skuad asuhan Arteta adalah menjaga konsistensi permainan dan mentalitas juara guna mengakhiri dahaga gelar liga yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.