Klub asal London Utara, Tottenham Hotspur, secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan pelatih kepala Igor Tudor. Keputusan ini diambil melalui kesepakatan bersama pada Minggu, 29 Maret 2026, di tengah upaya keras klub untuk melepaskan diri dari ancaman zona degradasi Liga Inggris.
Pengumuman yang dilansir melalui Sky Sports tersebut juga mengonfirmasi kepergian staf kepelatihan lainnya, yakni pelatih kiper Tomislav Rogic dan pelatih fisik Riccardo Ragnacci. Manajemen klub menyampaikan apresiasi atas dedikasi ketiganya selama periode singkat yang sangat krusial bagi stabilitas tim.
BACA JUGA : Hajar St Kitts 4-0, Timnas Indonesia Intip Lonjakan Ranking FIFA jika Tumbangkan Bulgaria di Final
Rekam Jejak Singkat dan Tekanan Performa
Igor Tudor ditunjuk pada Februari lalu untuk menggantikan Thomas Frank dengan harapan mampu membawa perubahan instan. Namun, statistik menunjukkan tantangan besar yang dihadapi pelatih asal Kroasia tersebut. Dalam tujuh pertandingan kepemimpinannya:
- Empat Laga Awal: Berakhir dengan kekalahan beruntun dan catatan kebobolan yang mengkhawatirkan sebanyak 14 gol.
- Momentum Kebangkitan: Sempat muncul optimisme saat Spurs berhasil menahan imbang Liverpool dan meraih kemenangan krusial atas Atletico Madrid di kompetisi Eropa.
- Kekalahan Terakhir: Kekalahan dari Nottingham Forest pada 22 Maret menjadi titik balik yang menempatkan Xavi Simons dan rekan-rekan di urutan ke-17 klasemen sementara.
Saat ini, Tottenham Hotspur mengantongi 30 poin dari 31 pertandingan, sebuah posisi yang sangat rentan terhadap risiko degradasi di akhir musim.
Faktor Personal dan Belasungkawa Klub
Di samping persoalan teknis di lapangan, keputusan kepergian Tudor juga dipengaruhi oleh faktor personal yang mendalam. Tak lama setelah pertandingan terakhir, Tudor menerima kabar duka atas meninggalnya sang ayah. Pihak Tottenham Hotspur secara resmi menyampaikan rasa simpati dan dukungan moril kepada Tudor dan keluarganya dalam melewati masa sulit ini.
Kepergian Tudor setelah hanya 44 hari menjabat mencerminkan tingginya tekanan serta situasi darurat yang sedang dialami oleh manajemen klub.
Strategi Penyelamatan di Sisa Musim
Tottenham Hotspur kini berpacu dengan waktu untuk mencari nakhoda baru sebelum laga krusial melawan Sunderland pada 12 April mendatang. Dengan tujuh pertandingan tersisa, manajemen dituntut untuk menunjuk pelatih yang mampu memberikan dampak psikologis dan teknis secara instan.
Dua nama pelatih berpengalaman, Sean Dyche dan Roberto De Zerbi, dikabarkan masuk dalam radar pertimbangan utama manajemen. Sosok Dyche dipandang sebagai opsi pragmatis untuk mengamankan pertahanan di zona degradasi, sementara De Zerbi menawarkan pendekatan taktis yang lebih progresif. Pengumuman mengenai pelatih kepala baru diharapkan dapat dirilis dalam waktu dekat guna memberikan kepastian bagi skuad dan para pendukung klub.