Manajemen raksasa Liga Italia, Juventus, tampaknya sudah mulai mematangkan rencana untuk berpisah dengan penyerang utama mereka, Dusan Vlahovic. Direktur Juventus, Giorgio Chiellini, secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa striker asal Serbia tersebut tidak akan melanjutkan karier sepak bolanya di kompetisi domestik Italia. Di sisi lain, Chiellini juga tidak menutupi adanya rasa emosional dan kesedihan mendalam di internal klub terkait kepastian kehilangan bomber berusia 26 tahun tersebut.
Kebuntuan Negosiasi Kontrak dan Keputusan Melepas Gratis
Hubungan kerja sama antara pihak Juventus dan perwakilan Vlahovic memasuki babak akhir setelah kedua belah pihak menggelar pertemuan intensif pada Rabu (3/6/2026) waktu setempat. Sayangnya, proses negosiasi yang membahas perpanjangan masa bakti tersebut resmi menemui jalan buntu.
Mengingat durasi kontrak Vlahovic di Allianz Stadium akan berakhir secara resmi pada 30 Juni 2026, manajemen Juventus akhirnya mengambil keputusan krusial. Pihak klub memilih untuk merelakan sang pemain melangkah pergi dengan status bebas transfer alias cuma-cuma pada akhir bulan ini, ketimbang memenuhi tuntutan finansial yang dinilai memberatkan neraca keuangan klub.
Pengakuan Chiellini: Kesenjangan Finansial dengan Standar Liga Italia
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan kantor berita AGI, Giorgio Chiellini memberikan penghormatan tinggi terhadap dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh Vlahovic sepanjang berseragam Bianconeri.
“Saya merasa sangat sedih dengan situasi ini. Dia adalah sosok yang sangat memedulikan Juventus hingga menit terakhir masa baktinya di sini. Ia merupakan seorang profesional yang sangat serius dalam menjalankan tugasnya.”
Lebih lanjut, mantan bek legendaris Juventus tersebut membeberkan realitas ekonomi yang menjadi pembatas utama dalam mempertahankan sang striker:
“Namun, dengan nominal angka-angka finansial yang berkembang saat ini, dia dipastikan tidak akan bisa bertahan di kompetisi Italia. Jadi, adalah hal yang sangat wajar dan sah-sah saja secara hukum jika dirinya mulai mencari jenis penawaran gaji yang berbeda di luar sana.”
Detail Kendala Anggaran Gaji dan Struktur Bonus
Sejauh ini, Dusan Vlahovic tercatat sebagai salah satu pemain dengan pendapatan tertinggi di skuad Juventus, dengan mengantongi upah sebesar 12 juta Euro per musim. Guna menyiasati kebijakan pengetatan anggaran internal, manajemen Juventus sebenarnya telah mengajukan proposal kontrak baru yang memuat klausul pemotongan gaji pokok secara signifikan.
Kendati demikian, titik temu gagal dicapai karena akumulasi permintaan terkait komisi agen serta berbagai variabel pembayaran bonus performa (add-ons) yang diajukan pihak Vlahovic terbukti terlalu besar untuk diatasi oleh manajemen Juventus.
Opsi Destinasi: Pindah ke Luar Italia Menjadi Solusi Tunggal
Chiellini juga menambahkan analisisnya mengenai peta persaingan di Serie A. Menurutnya, klub-klub besar Italia lainnya seperti AC Milan maupun Napoli diprediksi tidak akan sanggup untuk memenuhi struktur permintaan finansial yang dipatok oleh pihak Vlahovic.
Dengan keterbatasan daya beli klub-klub domestik, solusi satu-satunya bagi kelanjutan karier profesional Vlahovic adalah mulai mencari tantangan baru di liga top Eropa lainnya di luar Italia—seperti Premier League Inggris atau La Liga Spanyol—yang memiliki kapasitas finansial lebih longgar untuk memenuhi ekspektasi gajinya.