LIVERPOOL — Penyerang sayap Liverpool, Federico Chiesa, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membiarkan masa depannya di Anfield terkatung-katung tanpa kejelasan. Pemain kebangsaan Italia tersebut berencana menggelar pertemuan intensif dengan manajer anyar The Reds, Andoni Iraola, guna membahas kelanjutan karier dan perannya dalam skuad menyongsong musim kompetisi baru.
Chiesa kini telah menggenapi dua musim masa baktinya bersama klub pelabuhan tersebut sejak didatangkan dari Juventus. Namun, perjalanannya di Inggris tidak berlangsung mulus. Selain harus menghadapi ketatnya persaingan di sektor lini serang, performa optimal pemain berusia 28 tahun ini kerap terhambat oleh masalah kebugaran yang memaksanya menghabiskan banyak waktu di ruang perawatan medis.
BACA JUGA : Jones Mulai Gali Informasi Soal Italia, Sinyal Kuat Merapat ke Inter Milan?
Statistik yang Minim dan Ambisi Menuju Tim Nasional
Keterbatasan kontribusi Chiesa terlihat jelas dari catatan performanya sepanjang musim 2025/2026 yang baru saja usai. Ia hanya mampu membukukan tiga gol dan tiga asis dari total 33 penampilan di seluruh kompetisi. Angka yang minim ini dipicu oleh durasi bermain yang sangat terbatas, di mana rata-rata menit bermainnya hanya menyentuh 20 menit per pertandingan.
Situasi sebagai pemain pelapis ini menjadi kendala besar bagi karier internasionalnya. Chiesa membutuhkan waktu bermain secara reguler di level klub demi mengamankan kembali posisi utamanya di skuad Tim Nasional Italia. Ia secara terbuka menyatakan keengganannya untuk terus berada di bangku cadangan pada periode usia emasnya.
Momentum Pergantian Manajer sebagai Titik Balik
Keputusan manajemen Liverpool untuk menyudahi kerja sama dengan Arne Slot dan menunjuk mantan arsitek Bournemouth, Andoni Iraola, sebagai suksesor, dipandang sebagai peluang baru bagi Chiesa. Gaya permainan Iraola yang mengandalkan intensitas tinggi, pressing agresif, dan transisi cepat dari sektor sayap berpotensi cocok dengan karakteristik bermain Chiesa jika berada dalam kondisi bugar sepenuhnya.
Pertemuan strategis antara kedua belah pihak dijadwalkan berlangsung saat tim memulai rangkaian tur pramusim di Amerika Serikat. Jika dalam diskusi tersebut Iraola tidak dapat memberikan jaminan menit bermain yang kompetitif, maka opsi hengkang pada bursa transfer musim panas ini akan diambil oleh sang pemain.
“Saya tegaskan kembali: prioritas utama saya adalah bermain. Jika saya tidak bisa mendapatkan menit bermain yang reguler di Premier League, maka opsi logisnya adalah mencari klub baru. Pada musim pertama saya tidak bermain banyak, dan musim lalu situasi serupa kembali terjadi. Saya akan tetap bergabung dalam tur pramusim di Amerika Serikat, lalu berbicara langsung dengan pihak klub serta manajer baru, Iraola. Setelah itu, kami baru akan mengambil keputusan,” pungkas Chiesa dalam wawancaranya bersama La Gazzetta dello Sport.