MADRID — Ketegangan antara dua klub raksasa ibu kota Spanyol kembali memanas di luar lapangan. Atletico Madrid secara terbuka menyanggah klaim Real Madrid yang menyatakan bahwa manajemen Los Colchoneros menyambut proposal transfer untuk Julian Alvarez dengan rasa terima kasih. Pihak Atletico bahkan menilai narasi yang dibangun oleh rival sekotanya tersebut sebagai sesuatu yang konyol.
Sengketa ini bermula ketika Real Madrid mengumumkan secara resmi bahwa mereka telah melayangkan penawaran fantastis senilai 150 juta Euro kepada Atletico Madrid demi memboyong Julian Alvarez. Langkah agresif ini dilaporkan sebagai upaya untuk memenuhi janji kampanye Presiden Real Madrid, Florentino Perez.
Dalam rilis resminya, kubu Los Blancos mengeklaim bahwa meskipun tawaran tersebut ditolak, manajemen Atletico Madrid tetap menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas proposal tersebut sebagai bentuk komitmen dalam menjaga hubungan bilateral yang baik di antara kedua klub.
BACA JUGA : Antisipasi Kepergian Vlahovic, Juventus Intensifkan Negosiasi untuk Alexander Sorloth
Sanggahan Menohok dan Klarifikasi Resmi Atletico Madrid
Pernyataan sepihak dari Real Madrid tersebut langsung memantik reaksi keras dan sarkastis dari pihak Atletico Madrid di ruang publik digital. Melalui saluran komunikasi resminya, Atletico Madrid segera merilis poin-poin klarifikasi diplomatik untuk meluruskan situasi yang sebenarnya:
- Manipulasi Narasi: Atletico menuduh Real Madrid melakukan pemotongan konten visual, termasuk dalam dokumentasi yang melibatkan figur publik keagamaan (Paus), demi menggiring opini publik demi kepentingan sepihak.
- Penolakan Rasa Terima Kasih: Pihak klub menegaskan bahwa ada kesalahan interpretasi yang fatal dari pihak Real Madrid. Atletico menyatakan dengan tegas bahwa mereka tidak menyampaikan rasa terima kasih dalam bentuk apa pun atas proposal transfer tersebut.
- Status Julian Alvarez: Manajemen Atletico Madrid menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak pernah mempelajari, mendiskusikan, atau mempertimbangkan penawaran apa pun yang masuk untuk penyerang internasional Argentina tersebut. Julian Alvarez tetap menjadi bagian krusial dari rencana jangka panjang klub.
- Sindiran Hubungan Bilateral: Atletico secara terang-terangan menyindir klaim hubungan baik yang digaungkan Real Madrid, dengan menyatakan bahwa tindakan rivalnya tersebut justru menjadi bahan tertawaan yang menghibur bagi internal klub, bahkan melebihi persaingan mereka dengan FC Barcelona.
Pada bagian akhir pernyataan resminya, Atletico Madrid juga menyertakan catatan tambahan yang menyoroti aktivitas transfer Real Madrid di tingkat akar rumput. Mereka mendesak manajemen baru Real Madrid untuk menghentikan manuver agresif yang dinilai sering “membajak” pemain-pemain muda potensial dari akademi sepak bola Atletico Madrid.
Terjebak di Antara Spekulasi Duo Raksasa Spanyol
Sebelum munculnya tawaran mengejutkan dari Real Madrid, masa depan Julian Alvarez sebenarnya lebih gencar dikaitkan dengan raksasa Catalan, FC Barcelona. Rumor tersebut sempat membuat internal Atletico Madrid gerah.
Pihak manajemen Atletico dilaporkan sangat terganggu dengan masifnya spekulasi di media massa serta munculnya pertanyaan-pertanyaan tendensius yang menjurus di area mixed zone stadion, yang mereka klaim sebagai bagian dari strategi kampanye terselubung untuk menggiring sang pemain keluar dari Metropolitano.
Dengan penolakan tegas terhadap Real Madrid dan bantahan terkait rumor Barcelona, Atletico Madrid mengirimkan pesan sekuritas transfer yang kuat bahwa Julian Alvarez tidak berada dalam daftar jual pada bursa transfer musim panas ini.