Florentino Perez Buka Suara soal Masa Depannya di Real Madrid, Bantah Mundur dan Umumkan Pemilu Klub

Florentino Perez Buka Suara soal Masa Depannya di Real Madrid, Bantah Mundur dan Umumkan Pemilu Klub

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, membuat publik sepak bola Spanyol geger setelah menggelar konferensi pers mendadak di Valdebebas pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat. Momen tersebut langsung memicu berbagai spekulasi mengenai masa depannya bersama Los Blancos.

BACA JUGA : Timnas Indonesia U-17 Gagal ke Perempat Final Piala Asia U-17 2026, Kurniawan Dwi Yulianto Minta Maaf

Sebelum konferensi dimulai, rumor berkembang liar di media Spanyol. Banyak pihak menduga Perez akan mengumumkan pengunduran dirinya setelah tekanan besar yang menghantam Real Madrid musim ini. Bahkan, muncul kabar bahwa Jose Mourinho bakal diumumkan sebagai pelatih baru klub.

Namun, semua spekulasi itu langsung ditepis oleh pria berusia 79 tahun tersebut.

“Saya tidak akan mengundurkan diri,” tegas Perez di depan awak media.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa dirinya masih ingin memimpin Real Madrid di tengah situasi klub yang sedang tidak stabil. Dalam kesempatan yang sama, Perez justru membuat pengumuman penting dengan menyatakan bahwa Real Madrid akan menggelar pemilihan baru untuk jajaran direksi klub.

“Saya akan mengadakan pemilu,” ujar Perez.

“Saya telah meminta komite pemilihan untuk memulai proses penyelenggaraan pemilihan dewan direksi, di mana dewan direksi saat ini juga akan mencalonkan diri,” lanjutnya.

Perez menegaskan bahwa Real Madrid bukan klub milik individu tertentu. Ia menekankan bahwa Los Blancos tetap berdiri sebagai klub milik anggota atau socios.

“Di Real Madrid tidak ada satu pemilik tunggal; klub ini dimiliki oleh 1.000 anggota yang membentuk klub,” katanya.

Keputusan untuk menggelar pemilu disebut Perez sebagai respons terhadap situasi yang menurutnya sudah tidak sehat. Ia menilai ada kampanye besar yang sengaja menyerang dirinya maupun kepentingan klub dalam beberapa bulan terakhir.

“Saya mengambil keputusan ini karena muncul situasi absurd yang disebabkan oleh kampanye melawan kepentingan Real Madrid dan terhadap saya. Hasil kami memang belum terbaik, tetapi dalam olahraga Anda tidak selalu menang,” lanjut Perez.

Selain membahas situasi klub, Perez juga meluruskan rumor mengenai kondisi kesehatannya yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan sejumlah media lokal Spanyol.

Ia dengan tegas membantah kabar yang menyebut dirinya mengidap kanker stadium akhir.

“Ada yang mengatakan saya mengidap kanker stadium akhir. Saya masih menjadi presiden Real Madrid dan perusahaan saya,” ujar Perez.

“Saya memimpin perusahaan kelas dunia di bidang infrastruktur dengan 170 ribu karyawan dan pendapatan 50 miliar euro per tahun, dan kesehatan saya sempurna.”

Perez bahkan menyebut rumor tersebut tidak masuk akal dan sengaja dibuat untuk memperkeruh suasana di internal klub.

“Saya tidak tahu kenapa rumor itu muncul. Karena kalau memang saya mengidap kanker, tentu saya harus pergi ke pusat onkologi untuk diperiksa.”

“Anda pikir kalau saya pergi ke pusat onkologi, itu tidak akan muncul di mana-mana? Itu tidak benar. Mereka mengarangnya dan rumor itu terus berkembang,” tegasnya.

Musim 2025/2026 memang menjadi salah satu periode paling penuh tekanan bagi Real Madrid. Selain performa tim yang dianggap menurun, ruang ganti klub juga dikabarkan mulai memanas.

Beberapa laporan media Spanyol menyebut adanya ketegangan antara sejumlah pemain senior. Nama-nama seperti Antonio Rudiger, Alvaro Carreras, Aurelien Tchouameni, hingga Federico Valverde disebut terlibat konflik internal di tempat latihan.

Situasi semakin memburuk setelah Barcelona memastikan gelar La Liga usai menang 2-0 atas Real Madrid dalam El Clasico di Camp Nou akhir pekan lalu.

Tak hanya itu, kritik juga mengarah kepada Kylian Mbappe yang sempat bepergian ke Italia saat menjalani pemulihan cedera. Hal tersebut memicu pertanyaan mengenai disiplin dan kondisi internal skuad Los Blancos.

Meski diterpa berbagai masalah, Florentino Perez diyakini masih menjadi kandidat terkuat untuk memenangkan pemilu mendatang. Sejak kembali memimpin Real Madrid pada 2009, ia belum pernah menghadapi pemilihan yang benar-benar kompetitif.

Namun, konferensi pers mendadak kali ini dianggap banyak pihak sebagai sinyal bahwa Real Madrid tengah memasuki fase penuh tekanan dan membutuhkan perubahan besar sebelum memulai musim baru.

More From Author

Timnas Indonesia U-17 Gagal ke Perempat Final Piala Asia U-17 2026, Kurniawan Dwi Yulianto Minta Maaf

Timnas Indonesia U-17 Gagal ke Perempat Final Piala Asia U-17 2026, Kurniawan Dwi Yulianto Minta Maaf

Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Berburu Podium Lagi Usai Tampil Gacor di Le Mans

Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Berburu Podium Lagi Usai Tampil Gacor di Le Mans

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *