Setelah manajemen Liverpool resmi mengumumkan pemberhentian Arne Slot, spekulasi mengenai suksesor kursi kepelatihan di Anfield langsung bergulir kencang. Di tengah ketidakpastian tersebut, nama mantan manajer Bournemouth, Andoni Iraola, mencuat ke permukaan dan dinilai oleh sejumlah pengamat sebagai jawaban terbaik bagi kebutuhan taktis The Reds.
BACA JUGA : Evaluasi Pasca-Musim: Pemilik Liverpool Tegaskan Pemecatan Arne Slot Merupakan Keputusan yang Berat
Momentum Perubahan di Tengah Kekecewaan Fans
Liverpool memutuskan untuk menyudahi kerja sama dengan Arne Slot setelah melewati periode musim kompetisi yang berat. Kegagalan merengkuh satu pun trofi mayor serta gelombang kritik tajam yang menyoroti penurunan intensitas permainan tim menjadi alasan utama manajemen tidak melanjutkan masa bakti arsitek taktik asal Belanda tersebut.
Desakan dari basis pendukung Liverpool untuk melakukan pergantian manajer sebenarnya sudah menguat signifikan menjelang akhir musim. Pada awalnya, publik Anfield sempat menaruh harapan besar pada mantan gelandang legendaris mereka, Xabi Alonso. Namun, momentum tersebut sirna setelah Alonso lebih dahulu menerima pinangan untuk menakhodai Chelsea. Situasi ini memaksa manajemen Liverpool untuk mengalihkan radar mereka ke figur potensial lain, di mana nama Andoni Iraola kini menempati posisi terdepan.
Profil Taktis Iraola: Reinkarnasi Gaya Gegenpressing Juergen Klopp
Andoni Iraola baru saja menyudahi masa baktinya bersama Bournemouth dengan catatan emas. Ia sukses mengukir sejarah baru bagi klub berjuluk The Cherries tersebut dengan membawa mereka lolos ke kompetisi Eropa (Liga Europa) untuk pertama kalinya.
Keberhasilan tersebut membuat gaya kepelatihan Iraola dinilai sangat kompatibel dengan identitas asli Liverpool. Iraola dikenal sebagai penganut filosofi sepak bola modern yang mengutamakan:
- Intensitas Tinggi: Menuntut kebugaran fisik prima untuk terus bergerak sepanjang 90 menit.
- Tekanan Agresif (Aggressive Pressing): Memutus aliran bola lawan sedini mungkin di area pertahanan mereka sendiri.
- Garis Pertahanan Tinggi (High Defensive Line): Mempersempit ruang gerak lawan secara vertikal untuk melancarkan transisi menyerang yang cepat.
Kombinasi taktis ini sangat identik dengan konsep “controlled chaos” (kekacauan yang terkontrol) yang dahulu dipopulerkan oleh Juergen Klopp. Karakteristik permainan inilah yang hilang selama era kepemimpinan Arne Slot dan ingin dibangkitkan kembali oleh manajemen klub.
Dukungan Penuh dari Jamie Redknapp
Mantan gelandang Liverpool, Jamie Redknapp, memberikan pandangan bernada mendukung terkait potensi penunjukan Iraola. Berbicara dalam sesi analisis di Sky Sports, Redknapp menilai kegagalan Liverpool mengamankan Xabi Alonso mengindikasikan adanya pergeseran fokus strategi dari manajemen.
“Satu-satunya hal yang mengejutkan bagi kita semua adalah situasi terkait Xabi Alonso, sebab Liverpool sebelumnya memantau pergerakannya dengan sangat saksama. Logikanya, jika klub memutuskan berpisah dengan Slot, Alonso adalah suksesor berikutnya,” ujar Redknapp.
“Namun, untuk alasan tertentu, Liverpool tampaknya tidak melihat Alonso sebagai opsi yang paling tepat saat ini. Jika mereka sangat meyakini Alonso adalah orangnya, mereka pasti sudah melakukan pergerakan konkret sejak awal.”
Redknapp menambahkan bahwa dengan situasi bursa manajer saat ini, Iraola bertindak sebagai opsi yang paling rasional dan menjanjikan bagi masa depan klub.
“Sekarang, situasinya menunjukkan bahwa Andoni Iraola adalah sosok yang paling pas untuk tugas ini. Meskipun ada rumor ketertarikan dari Bayer Leverkusen, daya tarik Liverpool sangat sulit untuk ditolak, baik bagi seorang pemain maupun manajer. Saya akan sangat terkejut jika pada akhirnya ia tidak mendapatkan pekerjaan di Anfield.”