Krisis Chelsea Memuncak, Suporter Siapkan Dua Aksi Besar Desak BlueCo Angkat Kaki

Krisis Chelsea Memuncak, Suporter Siapkan Dua Aksi Besar Desak BlueCo Angkat Kaki

Gelombang protes suporter Chelsea terhadap kepemilikan BlueCo kian memanas. Kelompok penggemar NotAProjectCFC memastikan akan menggelar dua aksi besar sebelum musim 2025/2026 berakhir, sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap arah klub yang dinilai semakin jauh dari ekspektasi.

BACA JUGA ; Persija vs Persib Resmi Digelar di Samarinda, Jakmania Boleh Hadir, Bobotoh Dilarang Masuk Stadion

Aksi pertama dijadwalkan berlangsung jelang final FA Cup melawan Manchester City pada 16 Mei 2026. Sementara aksi kedua akan digelar saat The Blues menjamu Tottenham Hotspur di laga kandang terakhir musim ini. Dalam kedua momen tersebut, suporter berencana membentangkan spanduk kritik, termasuk tuntutan agar BlueCo segera menjual klub.

Situasi ini tak lepas dari hasil buruk yang terus menghantui Chelsea. Kekalahan 1-3 dari Nottingham Forest di Stamford Bridge menjadi kekalahan keenam beruntun mereka di Premier League. Hasil tersebut membuat Chelsea terpuruk di papan tengah klasemen dan semakin menjauh dari zona kompetisi Eropa.

Bagi banyak penggemar, kondisi ini terasa kontras dengan era kejayaan klub di bawah pelatih seperti Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti. Kini, klub yang pernah mendominasi Eropa justru terjebak dalam krisis identitas dan performa.

Proyek ambisius BlueCo sejak mengambil alih klub pada 2022 memang sempat menjanjikan masa depan cerah. Di bawah kendali Behdad Eghbali, struktur manajemen dibentuk dengan melibatkan nama-nama seperti Paul Winstanley dan Laurence Stewart, serta tim rekrutmen yang diisi Joe Shields dan Sam Jewell.

Strategi mereka jelas: membangun skuad muda dengan investasi besar, mengembangkan pemain menjadi bintang, lalu menciptakan siklus keuntungan dari penjualan. Namun realita di lapangan berkata lain. Meski telah menggelontorkan dana hingga miliaran dolar dan membangun skuad termahal versi UEFA, performa tim justru inkonsisten dan jauh dari target.

Masalah semakin rumit setelah pergantian pelatih yang tak kunjung stabil. Pemecatan Enzo Maresca pada Januari menjadi titik awal kekacauan baru, disusul nasib singkat Liam Rosenior yang juga tak mampu membawa perubahan signifikan.

Kelompok NotAProjectCFC menilai persoalan Chelsea bukan sekadar soal pelatih, melainkan sistem yang tidak berjalan sehat. Dalam pernyataan resminya, mereka menegaskan bahwa protes akan terus berlanjut hingga ada perubahan nyata di level kepemilikan dan manajemen.

Tekanan terhadap BlueCo kini mencapai titik kritis. Jika performa tim tak kunjung membaik dan arah klub tetap tidak jelas, bukan tidak mungkin gelombang protes ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah modern Chelsea.

More From Author

Persija vs Persib Resmi Digelar di Samarinda, Jakmania Boleh Hadir, Bobotoh Dilarang Masuk Stadion

Persija vs Persib Resmi Digelar di Samarinda, Jakmania Boleh Hadir, Bobotoh Dilarang Masuk Stadion

Timnas Indonesia U-17 Gagal ke Perempat Final Piala Asia U-17 2026, Kurniawan Dwi Yulianto Minta Maaf

Timnas Indonesia U-17 Gagal ke Perempat Final Piala Asia U-17 2026, Kurniawan Dwi Yulianto Minta Maaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *